Beberapa hari ini gue sedang menghadapi berbagai peristiwa yang berhubungan dengan adab kesopanan. Yang pertama adalah seringnya gue mendapat telfon dari seorang teman yang nggak dekat-dekat amat, dalam artian orang itu adalah temannya teman gue. Orang ini mungkin adalah jenis orang yang ramah dan suka ngobrol, dia menelfon gue untuk berkenalan dengan sopan dan kami berbicara panjang lebar. Awalnya semuanya oke-oke aja, gue pikir hal biasalah, ada orang pingin kenalan dan membuka jalur awal dengan percakapan telfon. Obrolan pertama memang lancar, kami membicarakan banyak hal, akan tetapi kian hari yang gue rasakan, orang ini mulai mengganggu hidup gue. Jadwal telfonnya memang terlalu gila buat orang yang bukan lagi remaja, saban hari bow! hanya untuk bertanya, “lagi ngapain?”, atau “loe hari ini ngapain aja seharian?” Memang sih pertanyaan tersebut adalah pertanyaan standar paling basi buat memulai percakapan telfon, tetapi kalau dilakukan terus menerus gue rasa ini sesuatu yang mengganggu dan nggak dapat dibiarkan. Gue mulai mengurangi jadwal bertelfon dengannya dengan cara nggak mengangkat telfonnya, dan dia dengan tenangnya terus mencoba telfon, sampai bisa tercatat lebih dari 5 missed call di layar hp gue . Kadang gue lagi bekerja pun, dia suka menelfon2 tanpa kenal waktu. Yang kedua juga dari teman yang gue kenal dari teman gue, dan lagi2 urusan telfon. Orang yang kedua ini nyaris sama dengan yang pertama, hanya saja sisi bagusnya, dia hanya menelfon kadang2 saja, tetapi “kadang-kadang”nya itu sering membuat darah gue mendidih karena kesal. Misalnya gue angkat telfonnya, dia akan berbicara panjang lebar tanpa bisa dihentikan kecuali gue langsung mematikan hp (switch off) . Orang ini berbicara hanya mengenai dirinya sendiri, bahkan soal privacy dirinya yang nggak pantas buat diceritakan. Kalaupun gue tidak sempat mengangkat telfonnya, dia akan mem”bombardir” gue dengan nelfon terus selama 15 menit tanpa henti, sehingga dilayar hp gue bisa tercatat lebih dari 50 missed call. Dari peristiwa yang gue alami ini, gue jadi berpikir, memang dijaman sekarang dimana sarana komunikasi sudah sedemikian canggih ternyata tidak seimbang dengan adab kesopanan, etiket dalam bertelfon. Bisa saja kita mempunyai telfon selular yang berharga lebih mahal dari harga motor, akan tetapi kalau tidak diikuti dengan adab, tata krama dalam menghargai orang lain, gue rasa hp mahal pun akan kehilangan kilaunya. Dan si empu telefon akan terlihat seperti manusia purba dengan seperangkat aksesoris yang canggih.
kali mbak'e ini modelnya enak diajak ngobrol...jadi orng2 pada betah... :) repot juga ya mbak? Mau terus terang ntar ornagnya tersinggung...memang perlu jurus yang jitu...nih...
susah mah kalo ama org indonesia, soale kan kita gak terbiasa ditegur lansung2an kaya model orang bule(mereka sih dah maklum, lagian pada cuek2).....ya itu deh mbak...cuekin aja kalo mereka telpon n mbak lagi sibuk...dan kalau seandainya terpaksa, bikin aja alasan supaya mereka gak telpon lama2...mudah2an ngerti sendiri kok mbak... :)
ato gak gini, klu dua co itu nelpon lagi, bilang aja sory gw mo pergi ma co gw or sory lagi ada co gw di sini hehehe....mudah2an mereka mundur perlahan n udah gak interest lagi tuk ngobrol, cieee...kaya' yang pakar aja ngomongnya... :p
asiiiik.. laku dong kalo yang nelfonin sampe 2 laki2.. hihihih... harusnya kalo laki mah lebih gampang ya nyetopnya.. kan lebih tambeng.. dan mereka lebih straight forward..
betul setuju,..eh, ada yah mba tlpn yg harganya lebih mahal dari motor ??
ada...Nokia yg merek Vertu itu kan bisa Rp.50.000.000,- harganya malahan Nokia E90 waktu pertama launching harganya Rp.18.000.000,- ---> lebih mahal dariada motor Yamaha Mio
..cuekin aja kalo mereka telpon n mbak lagi sibuk...dan kalau seandainya terpaksa, bikin aja alasan supaya mereka gak telpon lama2...mudah2an ngerti sendiri kok mbak... :)
iyah udah aku cuekkin...tapi masih maksa, terus aku bilang aja deh baik2, hasilnya dari biasanya nelfon 3-5x sehari berkurang jadi 1x sehari hahahah...belum 100% mempan, tapi lumayanlah. itu juga 1x sehari lebih banyak aku nggak angkat